KRISTUS RAJA AGUNG

HARI BESAR KRISTUS RAJA

Bc.1. Yeh 34:11-12.15-17      Bc.2. 1Kor 15:20-26.28      Bc.3. Mat 25:31-46

Sejak kita mengakui dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita juga mengakui bahawa Dialah yang merajai hidup kita. Kristuslah Raja dan kita adalah pengikutnya. Hari ini kita merayakan Minggu Kristus Raja. Raja adalah salah satu dari martabat Kristus. Sebagai Raja, Kristus selalu dan sentiasa peduli pada kehidupan kita, Ia bertindak sebagai Gembala dan kita adalah kawanan domba-Nya. Marilah kita agungkan Dia sebab dialah Sang Raja Agung, Raja di atas segala Raja, Raja yang telah memberikan nyawa-Nya sendiri demi keselamatan seluruh bangsa.

Kristus Raja Agung

Seorang raja dikenal buka dari kedudukannya sebagai raja tetapi dari perbuatannya terhadap rakyatnya. Raja adalah penguasa tertinggi pada suatu kerajaan yang meliputi wilayah kekuasaan dan Rakyatnya. Gelaran raja agung juga tidak mudah untuk diperolehi. Pemberian gelar yang “agung” bererti seseorang itu diakui sebagai orang hebat dan telah melakukan hal-hal yang tidak biasa namun sungguh memberi suatu yang sangat berharga kepada banyak orang. Contohnya, dalam sejarah kuno, Aleksander III dari Makedonia (20/21 Juli 356 – 10/11 Juni 323 SM), pada waktu itu merupakan raja Kekaisaran Makedonia. Beliau diberi gelar Iskandar Agung kerana wilayah kekuasaannya sangat luas. Pada usia tiga puluh tahun, dia memimpin sebuah kekaisaran terbesar pada masa sejarah kuno, membentang mulai dari Laut Ionia sampai pergunungan Himalaya. Dia tidak pernah kalah dalam peperangan dan dianggap sebagai komandan  perang terhebat sepanjang masa. (sumber dari Wikipedia). Santo Yohanes Paulus II adalah paus ke tiga yang mendapat gelar “agung”. Beliau diberi gelar agung kerana keunggulannya dalam pelayanan dan pengaruh besar terhadap perdamaian dunia.

Hari ini kita merayakan pesta Hari Minggu Kristus Raja. Kristuslah raja di atas segala raja, Kristus adalah Raja Agung. Tentu saja Kristus adalah raja Agung kerana perbuatan-perbuatan-Nya yang sangat mengkagumkan, serta kuasa-Nya yang melampaui segala kuasa, namun juga kerana kerendahan hati-Nya dalam tindakan cintakasih. Sebelum memahami lebih dalam tentang Kristus Raja Agung, sebaiknya kita mengetahui apa ertinya Kristus menjadi raja dan perbandingan Kristus sebagai Raja dengan raja-raja duniawi.

Sejak Perjanjian Lama sudah digambarkan/dinubuatkan bahawa Mesias adalah raja. Ramalan itu telah dipenuhi dalam Kristus. Ia adalah raja. Ia memiliki martabat ini sejak saat pertama Ia menjadi manusia. Anak di palungan adalah raja (bdk. Mat 2:11). Dia yang duduk di atas keledai dan masuk ke Yerusalem adalah raja:  “Rajamu datang kepadamu sekarang; Ia lemah lembut dan menunggang seekor keledai” (Mat 21:5). Orang yang dihina dan disiksa dan yang berdiri di depan Pilatus untuk diadili adalah raja: “Engkau mengatakan bahawa Aku adalah raja.” (Yoh 18:37). Mesias datang dari Suku Yehuda memerintah sebagai Raja (Kej 49:10). Allah Bapa meneguhkan Putra-Nya sebagai Raja di Yerusalem (Maz 2:6). Mesias memiliki kerajaan yang Kekal (2 Sam 7:16)

Apakah ertinya bahwa Kristus itu raja?. Raja adalah seorang yang dipilih dan diutus (Allah yang memilih dan mengutus). Ia seorang yang memerintah bangsa dalam nama Allah, seorang yang dilengkapi dengan kekuasan penuh. Kerajaan bererti kekuasaan yang absolut/mutlak dan universal; kewibawaan/kekuasaan ilahi bersinar dari raja; kebijaksanaan dan pandangan ilahi adalah milik-Nya. Raja adalah seorang yang kuat dan berani. Di dalam kerajaan-Nya, raja adalah sumber kehidupan dan kesejahteraan. Ia memerintah menurut hukum secara bijaksana, ia menjatuhkan segala ketidakadilan dan menghukum segala kejahatan. Orang yang tertindas, menderita, diasingkan ketika datang kepada-Nya akan merasa aman damai di samping-Nya. Raja adalah orang yang memimpin bangsanya di medan perang. Kristus Raja memimpin perang terhadap kejahatan yang datang dari Iblis. Kristus sebagai raja adalah pemimpin yang adalah pelayan (Mat 20:28), dan Sang Gembala yang Baik (Yoh : 1011).

Kristus  sabagai Raja sangat berbeza apabila dibandingkan dengan raja-raja lain di dunia. Raja-raja di dunia seringkali harus mempertahankan kerajaan mereka melalui pertumpahan darah di medan perang atau lewat berbagai teknik pemerintahan yang berbau darah. Ada banyak cerita tentang perebutan kekuasaan antara raja-raja: raja melawan raja, satu lawan satu sampai salah satu dari mereka mati terbunuh. Yang hidup menjadi pemenang. Walaupun ada raja- yang baik dan memperhatikan kesejahteraan rakyat mereka, tidak sedikit pula ada raja yang bersikap dan berperilaku sebagai penindas; mereka membebani rakyat dengan pajak-pajak dan upeti-upeti yang berat dan hanya menambah penderitaan rakyat saja. Namun kekurangan raja dunia adalah, baik itu raja yang baik atau jahat, wilayah kekuasaan besar atau kecil, tetapi pemerintahan mereka tidak kekal, semuanya berakhir dengan kematian.

Sangat berbeza  dengan Kristus Raja. Yesus tidak memenangkan kerajaan-Nya dengan pertumpahan darah, namun melalui pencurahan darah-Nya di kayu salib (bdk.  Kol 1:20). Musuh-Nya bukan raja lain atau kelompok orang, melainkan DOSA.  Walaupun Kristus mati, tetapi justeru melalui kematian-Nya, Dia bukan saja memperoleh kemenangan tetapi telah memenangkan manusia dari kuasa DOSA. Kerajaan Kristus adalah kerajaan kebenaran dan damai-sejahtera, kerajaan cintakasih,  sebuah kerajaan yang dipenuhi dengan kekudusan dan rahmat, sebuah kerajaan penuh keadilan dan kasih. Makna yang paling berharga dari semua  itu adalah, bahwa kematian bukanlah akhir dari martabat Kristus sebagai Raja, melainkan merupakan kebangkitan-Nya dan memerintah sebagai Raja di atas segala Raja. Kristus sudah memerintah, dan kekuasaannya sebagai raja akan penuh pada masa Ia datang kembali.

Kristus Raja Agung. Kerana telah membebaskan manusia dari ketakutan dan ancaman besar iaitu kuasa dosa yang mendatangkan maut kepada manusia. Kristus menyelamatkan bukan hanya sekelompok manusia tetapi telah mengorbankan diri-Nya sendiri demi keselamatan semua bangsa manusia. Melaksanakannya bukan dengan kekerasan atau pertumpahan darah tetapi menyelamatkan dan melindungi umat manusia dengan Roh Kebenaran dan Firman. Kristuslah raja (kepala) Gereja yang secara universal (wilayah yang tidak dapat diukur). Kerajaan-Nya tidak akan pernah berakhir tetapi akan berkekalan. Kerajaan-Nya yang bersifat rohani bukan duniawi. Kerajaannya yang akan berkekalan itu telah ada, dahulu, kini (masa sekarang), akan datang (kedatangan-Nya yang kedua kali) dan berkekalan sampai selama-lamanya. Kristus Raja Agung, memerintah dan berkuasa atas semua termasuklah seluruh alam ciptaan, terhadap semua bangsa manusia, bahkan kuasa kegelapan pun tunduk kepada-Nya.

            Kristus Raja Agung, memimpin kita bukan sebagai yang berkuasa tetapi sebagai pelayan dan gembala yang baik. Kita sebagai umat-Nya tidak pernah ditinggalkan-Nya. Walaupun Dia telah kembali ke pangkuan Bapa-Nya, Dia tetap menjaga, memelihara dan melindungi kita, melalui Kuasa Roh Kudus-Nya. Ia bertindak sebagai gembala yang baik. Dia sebagai gembala senantiasa menggembalakan kita sebagai kawanan domba-Nya. “Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akau Kubawa pulang, yang luka akau Kubalut, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana harusnya” (Yeh 34:16).

            Kristus Raja Agung akan datang kembali dalam kemuliaan-Nya (Mat 25:31) dan pada saat kedatangan-Nya Ia akan mengadakan penghakiman terhadap domba-domba-Nya (umat). Penghakiman-Nya adalah penuh keadilan. Berangsiapa yang telah setia kepada-Nya akan diselamatkan (masuk dalam hidup kekal), sebaliknya barangsiapa yang tidak setia kepada-Nya akan masuk tempat siksaan kekal. Oleh hal yang demikian, marilah kita membangun sikap hidup yang setia dan komited kepada Yesus Kristus, Raja kita. Caranya adalah saling melayani antara satu dengan yang lain, terutama sekali kepada mereka yang miskin, kelaparan dan kehausan akan kebenaran, keadilan serta cintakasih, terhadap mereka yang disingkirkan dan diasingkan, mereka yang tidak memiliki harapan dan perlindungan (telanjang), mereka yang menderita sakit termasuk mereka yang mengalami krisis iman dan moral, dan mereka yang tertawan dengan situasi dan tekanan hidup yang memenjarakan mereka (bdk. Mat 25:35-45). “Segala sesuatu yang kamu lakukan terhadap salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya terhadap Aku ” (Mat 25:40).


Cadangan Soalan untuk Refleksi peribadi dan perkongsian Komuniti Kristian Dasar (KKD)

Sejak menerima Sakramen Pembaptisan, kita semua mendapat imamat umam iaitu ke-ikutsertaan dalam tiga tugas atau fungsi Kristus sebagai Nabi, Imam, dan Raja. Sesuai dengan perayaan hari ini iaitu Hari Minggu Kristus Raja, kita juga dipanggil untuk menjadi raja. Raja untuk diri kita sendiri iaitu memimpin hidup kita sendiri untuk sentiasa hidup dalam kesucian. Kita juga dapat bertindak sebagai raja dengan mengabdikan diri kepada Allah. Menjadi pelayan kepada sesama seperti Yesus yang datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani.


  1. Apakah selama ini anda menyedari bahawa anda telah pun menerima sakramen imamat umum iaitu menjadi imam, nabi dan raja?
  2. Setelah menyedari keikutsertaan dalam Tritugas Kristus sebagai Nabi, Imam, dan Raja, bersediakah anda untuk dipakai Tuhan sebagai alat dan saluran Rahmat-Nya kepada semua orang?

 

Ya Allah, kami bersyukur kepada-Mu kerana telah Kauperkenankan untuk ikut serta dalam perjamuan kudus-Mu. Kami mohon tinggallah di tengah-tengah kami dan sertailah kami dalam mengusahakan kerukunan, keadilan, dan damai sejahtera dalam masyarakat kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

Sharing is caring!