RABU ABU: PERMULAAN MASA PRAPASKAH

ra2

KSFX – Umat Katolik khususnya di Keuskupan Keningau mulai Selasa petang (28/2) memasuki masa Prapaskah. Hal itu ditandai dengan pemberian abu di dahi setiap umat oleh Paderi dan para Katekis. Misa Rabu Abu menandakan bahawa umat Katolik akan memulai puasa dan pantang.

ra1

“Upacara pemberian abu tersebut, dalam tradisi Gereja Katolik disebut “Rabu Abu” atau permulaan masa Prapaskah, yakni masa pertobatan, pemeriksaan batin dan berpantang untuk mempersiapkan diri menyambut kebangkitan Kristus yang dikenang umat sebagai Hari Raya Paskah,” kata Bapa Uskup Datuk Cornelius Piong, ketika memimpin Misa Rabu Abu di Paroki Katedral St Francis Xavier, Keningau.

ra3

Dalam khotbahnya, beliau mengatakan masa Prapaskah yang diawali dengan puasa dimaknai sebagai kesempatan untuk menahan diri. Menahan diri bukan sahaja terhadap makanan, tetapi juga kaitannya dengan sikap dan gaya hidup sehari-hari.

ra4

ra6

Masa Prapaskah, katanya, akan mengubah jiwa yang kering sekaligus mengatasi kebiasaan-kebiasaan buruk seperti sikap mementingkan diri sendiri, suka marah, mabuk dan sebagainya. Lanjutnya, Rabu Abu yang dikenang sebagai awal masa Prapaskah ini bukanlah sebuah upacara keagamaan semata-mata, tetapi lebih dari itu menyedarkan semua umat untuk bertobat secara total, membina hubungan akrab dengan Tuhan, menyempatkan diri untuk membaca, mengenal dan merenungkan Firman Tuhan sekaligus merayakan Sakramen-Sakramen seperti Sakramen Rekonsiliasi.

ra7

Sharing is caring!