
“HARI PENEBUSAN” KITA UMAT-NYA
KENINGAU : Pada 15 September 2017, misa bersempena dengan memperingati Bonda Maria Berdukacita yang juga merupakan Hari Penebusan peringkat Keuskupan Keningau telah diadakan di Katedral St. Francis Xavier (KSFX). Misa disempurnakan sendiri oleh Bapa Uskup Datuk Cornelius Piong. Hari Penebusan ini diadakan serentak di Keuskupan Keningau sama ada peringkat mission, KUK dan KKD pada jam 6. Hari Penebusan ini diisikan dengan berpuasa, berdoa Rosari, Misa Kudus dan Saat Teduh.
Misa ini dihadiri oleh lebih kurang 200 orang umat sekitar KSFX. Perayaan ini dimulakan dengan berdoa Rosari kemudian misa dan diteruskan lagi dengan adorasi selama setengah jam dibawah pimpinan Bapa uskup.
Seperti yang sudah dimaklumkan kepada dalam Surat Pastoral Bapa Uskup. Dimana sudah menjadi budaya kita apabila sesorang ataupun komuniti melakukan kesalahan yang menyakitkan atau merugikan sesama ditebus dengan ‘sogit’ ataupun Hari Penebudan. Sogit merupakan denda yang dikenakan kepada mererka yang telah melakukan kesalahan seperti melanggar pantang larang adat atau peraturan. Sogit bukanlah untuk pemujaan melainkan membawa maksud pendamaian. Hari Penebusan merupakan tanda perdamaian dengan Tuhan dan sesama umat.
Bersempena dengan Hari Memperingati Bonda Maria Berdukacita, Bapa Uskup menyeru agar umat mengambil kesempatan untuk menyatakan tobat selaku pengikut Yesus yang mempunyai komitmen masing-masing dalam pelayanan. Selaku umatNya yang tidak sedar akan ketidaksetiaan kepada komitmen sama ada paderi terhadap pentahbisan mereka, religus terhadap kaulnya dan juga suami isteri dalam komitmen terhadap satu sama lain.
Bapa Uskup juga mengungkapkan kesyukuran kepada umat yang datang menghadiri perayaan ekaristi meskipun sibuk dengan kerja. Beliau bersyukur atas kehadiran muat-umat merupakan satu ungkapan kepedulian terhadap kebajikan rohani selaku umat.
“Penebusan tidak dapat kita lakukan untuk diri sendiri. Namun, penebusan sudah dilaksanakan oleh Kristus melalui Puteranya Yesus. Seperti yang dinyatakan dalam Ibrani 9:28. ” ujar Bapa Uskup dalam homilinya.
Kenapa Hari Penebusan masih diadakan sedangkan sudah ditunaikan Tuhan? Sebagai manusia yang lemah dan masih hidup didunia, perlu sentiasa bersyukur dan menyedari akan belas kasihan Tuhan. Supaya belas kasihan Tuhan dapat hadir dan dialami dalam diri sendiri, keluarga seterusnya dalam masyarakat. Selain itu, merupakan ungkapan sikap korban jika berlaku sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan agar tidak terbiar begitu sahaja.
Bapa Uskup berpesan agar sentiasa meningkatkan sikap kepedulian terhadap kebajikan rohani dan sentiasa taat seperti Yesus belajar taat kepada Allah Bapa. Salah satu cara untuk belajar dan taat setia kepada Tuhan adalah dengan mendekatkan diri kepada Tuhan setiap hari.
You may also like
You may be interested
BANGKIT, BERGERAK DAN WARTAKAN (1)
Tenom – Pada 02 Ogos yang lalu, program yang...
BANGKIT, BERGERAK DAN WARTAKAN (2)
Tenom – Sekali lagi TPBPT melangkah keluar mendekati para belia...
KKD TANDA KEHADIRAN TUHAN DI TENGAH-TENGAH UMATNYA
Tambunan – Pada 21 Oktober yang lalu, bertempat di Kg....
By admin
Archives
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- September 2023
- August 2023
- July 2023
- June 2023
- May 2023
- April 2023
- March 2023
- February 2023
- January 2023
- December 2022
- November 2022
- October 2022
- September 2022
- August 2022
- May 2022
- February 2022
- December 2021
- July 2019
- May 2019
- April 2019
- March 2019
- February 2019
- January 2019
- December 2018
- November 2018
- October 2018
- September 2018
- August 2018
- July 2018
- June 2018
- May 2018
- April 2018
- March 2018
- February 2018
- January 2018
- December 2017
- November 2017
- October 2017
- September 2017
- August 2017
- July 2017
- June 2017
- May 2017
- April 2017
- March 2017
- February 2017
- January 2017
- December 2016
- September 2016
- August 2016
- July 2016
- June 2016
- May 2016
- April 2016
- March 2016
- February 2016
- January 2016
- December 2015
- November 2015
- October 2015
- September 2015
- August 2015
- July 2015
- June 2015
- May 2015
- April 2015
- March 2015
- February 2015
- January 2015
- December 2014
- November 2014
Categories
- Ad Gentes
- Alamat
- Apostolicam Actuositatem
- ARTIKEL
- Belia
- BERITA BERGAMBAR
- BERITA SYD6
- Betania
- BISHOP
- Christus Dominus
- Dei Verbum
- Dignitatis Humanae
- Dokumen Gereja
- Franciscan Sisters of the Immaculate Conception
- Gaudium et Spes
- Gereja Roh Kudus Sook
- Gravissimus Educationis
- Holy Cross Toboh
- Inter Marifica
- KKAK
- KOMISI
- Komisi Katekatikal
- KOMUNITI
- KSFX
- La Salle Brothers
- Lambang Keuskupan
- LOKAL
- LUAR KEUSKUPAN
- Lumen Gentium
- MENGENAI SYD6
- Nostra Aetate
- Optatam Totius
- Orientalium Ecclesiarum
- PADERI
- Para Paderi
- PAROKI
- Perfectae Caritatis
- PPK
- Presbyterorum Ordinis
- Pusat Ziarah Keluarga Kudus Nulu Sosopon
- Putri Karmel & CSE
- Risalah
- RRKK Purun
- RRKK Tatal
- Rumah Doa
- Rumah Kanak-Kanak Bondulu
- Sacrosanctum Concilium
- Santapan Rohani
- SEJARAH
- SEJARAH KEUSKUPAN KENINGAU
- Sisters of the Infant Jesus
- St Anthony Tenom
- St Mary Kemabong
- St Patrick Membakut
- St Peter Bundu
- St Theresa Tambunan
- St Valentine Beaufort
- St Yohanes Sipitang
- SYD6
- Uncategorized
- Unitatis Redintegratio
- Uskup
- Visi dan Misi